Wisata sejarah di Indonesia salah satunya adalah Candi Borobudur. Candi ini menjadi ikonik wisata sejarah di Indonesia yang ditetapkan The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan dunia. Dengan ditetapkan menjadi warisan dunia, tempat ini menjadi tempat pariwisata yang terkenal oleh Dunia dan juga menjaga originalitas dari bangunan ini untuk generasi mendatang. Candi ini terletak di Jl. Badrawati, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.
Mengapa Candi Borobudur Sebagai Warisan Dunia UNESCO?
Candi Borobudur ini merupakan salah satu peninggalan Dinasti Syailendra yang merupakan penganut agama Buddha aliran Mahayana yang taat pada abad ke-8 dan ke-9 Masehi. Pembangunan candi ini diperkirakan menghabiskan waktu 75-100 tahun lebih dan pembangunan selesai pada masa pemerintahan raja Samaratungga.
Candi ini terdiri dari enam teras yang berbentuk bujur sangkar yang di atasnya terdapat tiga pelataran melingkar. Dindingnya dihiasi relief sebanyak 2672 panel dan 504 arca buddha. Candi ini memiliki banyak koleksi relief terbanyak di Dunia. Candi ini sebagai tempat suci untuk persembahan Buddha dan tempat ziarah untuk menuntun umat manusia menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha
Candi Borobudur ditetapkan sebagai warisan budaya dunia pada tahun 1991. Hal ini dikarenakan Candi Borobudur ini mencangkup akulturasi (perpaduan dua budaya) di Indonesia. Hal ini terlihat pada stupa candi yang merepresentasikan kebudayaan asing (Buddha) dan budaya asli Indonesia. Budaya Buddha terlihat gambar patung Sang Buddha dan relief kisah Sang Buddha pada stupa candi. Pada candi itu pula terdapat punden berundak yang merupakan budaya asli Indonesia. Selain itu, candi ini memiliki arsitektur yang unik dan luar biasa. Candi ini juga sebagai monumen agama Buddha Terbesar di Dunia yang memiliki nilai pendidikan dan spiritualitas yang tinggi.